Skip to main content

The Eruption of Mount Raung (3.332 MASL)

Pendakian gunung merupakan kegiatan yang dilakukan di alam terbuka dengan melakukan perjalanan menaiki dan menuruni pegunungan. Gunung dengan segala aspeknya merupakan lingkungan yang asing bagi organ tubuh kita, apalagi bagi mereka yang hidup di dataran rendah.

Itu sebabnya, pendaki gunung memerlukan kesiapan fisik dan mental untuk menyesuaikan diri dengan keadaan di gunung. Perlengkapan yang tepat dan tingkat kebugaran jasmani yang prima merupakan usaha untuk meminimalisir bahaya saat akan melakukan pendakian gunung.

Peralatan pendakian yang tepat dan sesuai kebutuhan pada saat akan melakukan pendakian gunung, menjadi satu faktor lain yang mendukung keberhasilan suatu pendakian. Efektivitas peralatan dapat medukung faktor fisik dan mental seorang pendaki gunung.
Misalnya; ketika fisik kita sudah lemah, karena peralatan yang berlebihan akan menjadi hambatan. Itu sebabnya, sekarang teknik Ultralight Hiking sudah mulai berkembang pesat di Indonesia. Selain itu faktor alam dan cuaca ekstrem yang sulit untuk diprediksi, menjadi hambatan bagi pendaki.

Pentingnya kondisi fisik sebagai fondasi terwujudnya prestasi yang maksimal. Terutama dalam pendakian gunung; belum ada standar baku dari kondisi fisik itu sendiri, di mana pada keadaan alam terbuka sebuah gangguan sangatlah besar kemungkinan terjadi.

Apalagi tujuan dari sebuah petualangan di pendakian alam terbuka itu adalah untuk tujuan prestasi, maka kondisi fisik dari seorang atlet yang melakukan pendakian sangatlah penting.
Strategi untuk mencapai keberhasilan dalam kegiatan mendaki gunung sangatlah diperlukan melalui perencanaan yang matang dan faktor-faktor yang mendukung keberhasilan suatu pendakian gunung.

Antara lain, yaitu; faktor fisik seorang pendaki gunung. Pendaki gunung yang mempunyai tingkat kebugaran jasmani yang baik dapat melakukan suatu pendakian tanpa mengalami kelelahan yang berarti.

Banyak pendaki gunung yang belum sadar akan hal ini, sehingga mengakibatkan suatu pendakian terhambat. Faktor kelelahan atau bahkan terjadi kecelakaan; menjadi sebab hilangnya konsentrasi saat melewati jalur yang curam karena staminanya telah habis.

Faktor lainnya adalah sikap mental dari seorang pendaki gunung. Mental sekuat baja diperlukan oleh setiap pendaki gunung, karena di pegunungan kita akan menghadapi berbagai situasi dan kondisi yang tidak terduga.

Seperti; perubahan cuaca yang ekstrem, jalur-jalur pendakian yang terjal, bahkan tersesat sekalipun, hingga menyebabkan kematian.
Mendaki gunung merupakan olahraga ekstrem yang penuh petualangan. Kegiatan ini membutuhkan keterampilan, kecerdasan, kekuatan, dan daya juang yang tinggi. Bahaya dan tantangan merupakan daya tarik dari kegiatan ini.

Pada hakekatnya, bahaya dan tantangan tersebut; untuk menguji kemampuan diri dan untuk bisa menyatu dengan alam. Keberhasilan suatu pendakian yang sukar, berarti keunggulan terhadap rasa takut dan kemenangan terhadap perjuangan melawan diri sendiri.

Olahraga mendaki gunung mempunyai nilai positif untuk menyalurkan minat dan bakat generasi muda yang senantiasa menginginkan hal-hal baru.

Melalui olahraga mendaki gunung ini generasi muda akan berkembang secara spontan dan dapat dipacu untuk memberikan rangsangan kepada jiwa muda yang suka akan tantangan, keuletan dan ketangkasan, serta kemampuan untuk menghadapi tantangan melalui kegiatan yang positif.

Mendaki gunung mempunyai tingkat dan kualifikasi yang berbeda. Seperti istilah mountaineering atau istilah lainnya mencakup pengertian perjalanan melintasi bukit hingga ekspedisi ke Himalaya.
Mountaineering menurut Solehudin (2006), terbagi menjadi;
  • Hill Walking
  • Fell Walking Scrambling
  • Climbing
  • Mountaineering
Gunung adalah sebuah bentuk tanah yang menonjol ke atas wilayah di sekitarnya. Sebuah gunung biasanya lebih tinggi dan curam dari sebuah bukit, tetapi ada kesamaan dan penggunaannya tergantung dari adat lokal.

Syarat dari sebuah gunung menurut beberapa otoritas adalah; puncak yang mempunyai besaran tertentu yaitu 2.000 kaki (610 M), agar dapat didefinisikan sebagai gunung.

Indonesia merupakan negara yang memiliki gunung api yang banyak di dunia. Gunung api di Indonesia membentang mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Banda, Maluku, dan Papua". Sehingga disebut dengan istilah Ring Of Fire (Rahayu, 2014).
Berdasarkan pengamatan pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Indonesia memiliki gunung aktif dengan pengklasifikasian tiga kelompok berdasarkan sejarah letusannya yaitu; Tipe A, Tipe B, dan Tipe C.

  1. Tipe A sebanyak 79 buah yaitu; gunung api yang pernah meletus sejak tahun 1600.
  2. Tipe B sebanyak 29 buah yaitu; gunung api yang pernah meletus sebelum tahun 1600.
  3. Sedangkan untuk Tipe C yaitu; lapangan solfatara dan fumarole sebanyak 21 buah (Bemelen, 1949).
Bahaya letusan gunung api dibagi menjadi; bahaya primer dan bahaya sekunder. Bahaya primer yaitu; bahaya yang langsung menimpa penduduk saat letusan berlangsung.

Misalnya awan panas, udara panas, dan lontaran bom hingga kerikil. Bahaya sekunder yaitu; bahaya yang secara tidak langsung dan umumnya terjadi setelah letusan terjadi. Seperti lahar dingin maupun kerusakan lahan dan pemukiman penduduk (Rahayu, 2014).

Erupsi ini selain merusak, erupsi juga membawa dampak yang sangat positif. Dampak positif setelah terjadi proses erupsi yaitu; menjadi semakin suburnya tanah sekitar lereng dan melimpahnya material dari bahan galian C di sekitar gunung api.
Gunung api memiliki erupsi yang berbeda dari setiap gunung berapi. Tipe erupsi terbagi menjadi beberapa yaitu, berdasarkan sumber energi dan sifat-sifat erupsi.

Erupsi berdasarkan sumber energinya, dibagi menjadi tiga tipe yaitu; Erupsi Magmatic, Erupsi Freatic (Hidrovulkanik), dan Erupsi Freatomagmatic.

  1. Erupsi Magmatic; merupakan erupsi yang berasal dari energi magmatik basaltik, encer, dan rekahan yang tidak tersumbat.
  2. Erupsi Freatic merupakan; erupsi yang berasal dari tekanan gas.
  3. Erupsi Freatomagmatic merupakan; erupsi yang berasal dari tekanan magma yang sangat tinggi.

Erupsi gunung api berdasarkan sifat-sifat erupsi dibagi menjadi beberapa bagian yaitu; tipe erupsi Hawai, tipe erupsi Stromboli, tipe erupsi Vulkanian, tipe erupsi Plinian, tipe erupsi Merapi, dan tipe erupsi Skoria (Rahayu, 2014).

Erupsi gunung api dapat dipicu oleh beberapa hal, baik pergeseran lempeng maupun interaksi antar gunung api. Wilayah di Indonesia merupakan negara yang memiliki ribuan pulau dan memiliki banyak gunung api yang aktif dalam pulau tersebut.

Pertemuan tiga lempeng (Triple Junction) inilah yang membentuk Indonesia banyak timbul gunung api. Deretan gunung api di Indonesia terletak pada busur mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Pertemuan lempeng tersebut yang memicu timbulnya gunung-gunung api di daerah yang membentang dari Sumatera, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Wilayah di Indonesia merupakan negara yang terletak pada pertemuan ketiga lempeng benua. Pertemuan lempeng tersebut menyebabkan subduksi, sehingga timbul gunung api.

Daerah di Indonesia memiliki sekitar 139 gunung api aktif. Gunung Raung merupakan gunung api yang masih aktif. Gunung ini merupakan gunung api yang memiliki kaldera. Jika Anda ingin mendaki ke Gunung Raung, persiapakan logistik dan manajeman air dengan baik. Sebab, perjalanan menuju Puncak Sejati (3.332 MASL) tidak terdapat sumber air.

Gunung Raung di kalangan pendaki sering dijuluki trek terekstrem di Pulau Jawa. Gunung Raung merupakan bagian dari pegunungan Ijen yang terdiri dari berbagai gunung. Gunung Pendil (2.338 MASL), Gunung Ijen (2.443 MASL), Gunung Rante (2.664 MASL), Gunung Suket (2.950 MASL), dan beberapa gunung lainnya.

Untuk pendakiannya, Gunung Raung dapat didaki melalui jalur klasik (Sumber Waringin, Bondowoso). Sedangkan ketiga jalur lainnya terdapat di Banyuwangi, yaitu; Via Glenmore, Via Jambewangi, dan jika Anda ingin mendaki sampai Puncak Sejati (3.332 MASL), Anda harus mendaki melalui jalur Kalibaru.
Jika mendaki ke Gunung Raung, Anda dapat melihat pemandangan yang luar biasa deretan pegunungan Jawa Timur, yaitu; Gunung Argopuro, Gunung Semeru, Gunung Ijen, Kawah Ilalang, dan Kawah Wurung. Selain itu, Gunung Raung juga memiliki kaldera kering terbesar di Pulau Jawa dan terbesar kedua di Indonesia setelah Gunung Tambora yang berada di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Gunung Raung merupakan gunung api aktif yang berada dalam deretan gunung api di Pulau Jawa. Gunung Raung ini memiliki ketinggian (3.332 MASL). Secara lokasi administrative, Gunung Raung termasuk dalam tiga wilayah; Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bondowoso, dan Kabupaten Jember (A.Wildani, 2013).

Gunung Raung merupakan tipe gunung yang bertipe Strombolian. Proses erupsi yang terjadi pada bulan Juli 2015, merupakan proses kelanjutan erupsi yang terjadi pada erupsi ke-14. Selang waktu erupsi ke-14 dan ke-15 berselang sekitar 26 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa proses erupsi yang terjadi pada Juli 2015, termasuk dari erupsi interval waktu menengah (A.R. Mulyana, 2007).

Gunung Raung merupakan tipe gunung Strombolian yang aktif di mana gunung ini memiliki kaldera dan memiliki riwayat erupsi yang panjang. Selain itu, Gunung Raung ini mempunyai riwayat ledakan erupsi yang dahsyat pada ratusan tahun yang lalu.

Sedangkan di lingkungan masyarakat sekitar Gunung Raung, kurang begitu paham akan adanya manfaat Gunung Raung. Hal ini dibuktikan kurangnya pengembangan jenis-jenis tanaman yang mendukung untuk komoditas ekspor di lingkungan Gunung Raung.

Selain dari hasil pertanian, Gunung Raung juga mendukung untuk pendidikan, di mana faktor pengembangan laboratorium fisika alam menjadi materi terbaik untuk gunung api.

Gunung Raung ini sendiri merupakan salah satu gunung api strato aktif berbentuk kerucut terpancung, muncul di lereng barat Kaldera Ijen. Dominasi produknya berupa lava dan piroklastik sehingga morfologi hasil bentuknya menyajikan bentang alam kasar.

Gunung Raung mulai erupsi dalam sejarah tercatat dimulai dari tahun; 1586, 1597, 1638, 1953, dan 1956. Letusan yang dahsyat dan diikuti dengan banjir besar dan aliran lahar yang melanda daerah sekitar bencana.

Gunung api memiliki sifat slow in set. Artinya tidak akan tiba-tiba meletus. Ada tanda-tandanya, sehingga status gunung punya tahapan yaitu dari normal kemudian menjadi waspada, siaga, dan awas sesuai ancamannya.

Berdasarkan hasil yang didapat disimpulkan bahwa Gunung Raung akan memiliki potensi erupsi yang lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
Selain itu Gunung Raung juga memiliki tingkat kebahayaan yang rendah karena berada pada radius yang jauh dari pemukiman warga.

Dalam hasil analisis kimia dari batuan beku dan pasir menunjukkan bahwa tanah sekitar gunung api memiliki peluang baik untuk berkembang dalam sektor pertanian dan perkebunan. Selain itu banyaknya media alam akan mendukung potensi belajar fisika yang lebih aplikatif.

Setelah pembahasan tentang The Eruption of Mount Raung (3.332 MASL). Untuk artikel selanjutnya, saya akan share tentang perjalanan pendakian di Gunung Argopuro yang terkenal dengan trek terpanjang di Pulau Jawa.

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca, silakan Anda share artikel ini agar bermanfaat untuk yang lainnya.

Popular Posts

Journey of Wanderlust

Ketika orang Timur terkesima pada modernitas dan kemajuan peradaban di Barat, orang Barat justru mencari nirwana dalam keluhuran spiritualitas Timur. Manusia saling mengagumi, saling mencari, dan saling berpindah. Apakah mimpi terbesarmu.? Sekolah tertinggi di sebuah perguruan ternama.? Memiliki keluarga sakinah mawadah warahmah.? Atau menjajaki seluruh jengkal seluruh dunia.? Setiap orang memiliki mimpi dan meletakkan prioritas mimpi di urutan paling atas.

Apa makna perjalanan bagimu.? Mengunjungi tempat-tempat baru.? Pamer foto atau cerita kalau sudah pernah ke sana.? Menambah koleksi stempel pada paspor.? Atau sekadar rekreasi saja, memanjakan diri dengan menikmati keindahan alam atau daerah-daerah yang eksotis, berikut kelezatan kulinernya dan menggerutu jika perjalanan tersebut tidaklah sesuai yang diinginkan.?

Perjalanan bukanlah sekadar menjejakkan kaki di bandara-bandara kelas dunia, destinasi wisata yang indah, mereguk adrenalin dengan olahraga ekstrem, menghabiskan siang dan…

Ultralight Hiking or Conventional Hiking?

Ultralight hiking yaitu suatu teknik perjalanan dengan membawa peralatan standart pendakian yang nyaman, ringan, dan tanpa mengesampingkan safety saat melakukan pendakian. Untuk beban beratnya, teknik pendakian ultralight hiking tidak ditentukan batasan beban yang akan dibawa saat akan melakukan pendakian.

Pada tahun 1955, Emma Rowena Gatewood memperkenalkan teknik pendakian Ultralight Hiking. Kemudian pada tahun 1989, Ray Jardine melakukan perjalanan di Pasific Crest Trail (PCT) dan catatan perjalanannya diterbitkan dalam sebuah buku PCT Hiker’s Handbook. Pada tahun 1999, dicetak ulang dengan judul Beyond Backpacking. Pada tahun 1989, Ray Jardine membawa base weight 11 kg. Kemudian pada tahun 1994, Ray Jardine melakukan perjalanan PCT untuk kesekian kalinya dengan base weight 4.1 kg.
Satu faktor seseorang menggunakan teknik ultralight hiking; yaitu karena beban bawaan yang lebih ringan daripada menggunakan teknik konvensional dan lebih minimalis tanpa meninggalkan standart safety gea…

6 Tips Sebelum Naik Gunung

Naik gunung merupakan kegiatan olahraga yang ekstrim. Selain membutuhkan alat (gear) pendakian, dibutuhkan juga technical skill saat berada di alam bebas, beserta pengetahuan dalam membaca kompas, dan memahami track di gunung tersebut. Sekarang ini; pendakian sudah menjadi hobi, bahkan profesi bagi sebagian orang.
Saya akan share tips-tips sebelum melakukan pendakian untuk Anda yang ingin naik gunung, tetapi belum paham barang-barang apa saja yang dipersiapkan dan dibawa pada saat akan melakukan pendakian. Berikut ini adalah 6 tips yang dapat Anda perhatikan, sebelum naik gunung; Tentukan waktu yang tepat saat akan melakukan pendakian. Akan lebih baik jika tidak saat musim hujan dan kabari pada keluarga atau sahabat Anda, jika Anda akan melakukan pendakian.Sebelum naik gunung, tentukan partner pendakian yang tepat atau ajak sahabat Anda yang pernah naik gunung.Cari informasi sebanyak mungkin tentang gunung tersebut dan tanyakan pada sahabat-sahabat Anda yang pernah mendaki gunung ters…

5 Teknik untuk Meningkatkan Search Engine Optimization

Optimalisasi yang dilakukan pada suatu blog atau website merupakan satu faktor penting untuk perkembangan blog atau website yang Anda kelola. Semisal, dapat Anda lakukan dengan menggunakan teknik Search Engine Optimization (SEO). Akan tetapi, bagi orang yang awam perihal teknologi dan informasi, kata Search Engine Optimization (SEO) merupakan kata asing.
Sebagian mayoritas orang masih kesulitan bagiamana caranya untuk melakukan optimalisasi blog atau website dengan menggunakan Search Engine Optimization (SEO). Maka dari itu, saya akan berbagi kepada Anda perihal cara optimalisasi blog atau website dengan menggunakan teknik Search Engine Optimization. Algoritme pada Google dari waktu ke waktu terus melakukan perubahan dan perbaikan untuk mengindeks suatu blog atau website. Karena itu, untuk mengoptimalkan Search Engine Optimization (SEO) pada blog atau website tidak boleh dikesampingkan.

Supaya blog atau website yang Anda kelola dapat berjalan dengan optimal dan mampu bersaing menjadi …

4 Perusahaan Startup Unicorn dari Indonesia

A. Startup Unicorn; Berbagai startup telah terbukti berhasil mengimbangi kesuksesan perusahaan- perusahaan besar lainnya. Kini muncul istilah unicorn untuk mengukur tingkat kesuksesan sebuah startup. Startup Unicorn adalah sebuah gelar yang diberikan kepada startup yang memiliki valuasi lebih dari $1 miliar (sekitar 13,1 triliun rupiah).
Dilansir dari Venture Beat, "terdapat 229 startup yang masuk dalam kategori unicorn". Semua startup tersebar di berbagai belahan dunia termasuk Amerika Serikat, Tiongkok, Jerman, India, Kanada, Inggris, dan Singapura. Startup–startup ini menggeluti di berbagai bidang yang bervariasi seperti keuangan, pemasaran, pelayanan, dan games. Berdasarkan data penelitian dari CB Insights, "Startup pertama yang menduduki kategori unicorn adalah Uber".
Startup dari Amerika Serikat ini memiliki valuasi senilai 51 miliar dolar Amerika. Posisi kedua diduduki oleh Xiaomi dari Tiongkok, senilai 46 miliar dolar Amerika. Lalu, posisi ketiga di…

Perkembangan Teknologi dan Informasi di Revolusi Industri 4.0

Perkembangan teknologi dan informasi semakin maju dan pesat. Sekarang ini kita sudah memasuki di perkembangan zaman revolusi industri 4.0. Berbagai penemuan dan inovasi semakin berkembang di berbagai segala sektor, lain halnya dengan tempo dulu.  Semisal; dalam penggunaan media online untuk mencari informasi terkini. Bukti dari perkembangan teknologi dan informasi sangat bermanfaat, jika kita dapat memanfaatkannya dengan baik dan tepat.

Berbagai startup perusahaan berlomba-lomba memasarkan produk-produknya melalui media online untuk meningkatkan nilai penjualan dan terus berinovasi produk terbaiknya untuk para konsumen. Karena, para Chief Executive Officer (CEO) startup perusahaan dan pemilik modal (investor) mengetahui potensi pasar di zaman digital ini semakin pesat dan berkembang. Bermodal data internet melalui smartphone atau laptop, dengan hanya mencari kata kunci di Google sesuai yang Anda cari. Semua informasi, barang, jasa, dan lain sebagainya sudah ada di kolom pencarian. Be…

Bushcraft and Survival Indonesia

Pada artikel ini saya akan berbagi perihal definisi Bushcraft dan Survival yang akan sangat berguna di lain waktu bagi kita semua. Saya akan mendiskripsikan semudah mungkin agar mudah dipahami oleh pembaca, perihal perbedaan dua kata tersebut.

Dalam pokok pembahasan artikel ini, saya akan lebih memfokuskan mengulas kata Bushcraft dan Survival di lingkup area yang ada di Indonesia. Karena, di setiap negara-negara memiliki definisi dan juga teknik yang berbeda-beda dalam penerapannya.

Istilah kata Bushcraft dipopulerkan oleh Mors Kochanski dan Les Hiddins (Bushtucker Man). Untuk para penggiat alam bebas kata Bushcraft tersebut bukanlah kata asing, akan tetapi bagi sebagian orang masih minim yang mengetahui istilah tersebut.
Bushcraft dan Survival merupakan definisi kata yang berbeda. Mayoritas orang lebih mengenal kata Survival jika dibandingkan dengan kata Bushcraft. Perkembangan Bushcraft di Indonesia kini sudah semakin maju dan juga disertai peralatan Survival Kits yang semakin moder…

7 Summits Indonesia

Kegiatan mendaki gunung di Indonesia saat ini sudah sangat berkembang pesat. Mulai dari perkembangan gear pendakian yang semakin modern, transportasi yang mudah jika dibandingkan semasa pendakian zaman dulu, logistic yang mudah dibeli di toko-toko terdekat, dan juga teknik ultralight hiking yang sudah mulai diterapkan oleh sebagian pendaki.
Namun, berkegiatan di alam bebas bukanlah kegiatan yang tanpa persiapan dan tidak boleh dikesampingkan oleh penggiat alam. Apalagi kegiatan naik gunung, memang harus sangat diperhatikan dan dipersiapkan secara matang oleh seorang pendaki.
Mulai dari gear pendakian, logistics, survival skill, sikap yang tidak angkuh, bersikap sopan dan santun, beserta kesadaran diri untuk tetap menjaga dan merawat lingkungan alam ini agar tetap lestari. Karena, mencintai dan menjaga alam memang sudah seharusnya dipahami dan diterapkan oleh semua orang tanpa terkecuali. Wilayah di Indonesia terkenal dengan Ring of Fire atau cincin berapi, terdapat tipe-tipe gunung y…

3 Altitude Sickness yang Dapat Menyerang Pendaki

Untuk seseorang yang hoby naik gunung kemungkinan akan terserang penyakit ketinggian atau yang disebut altitude sickness akan semakin tinggi, jika dibandingkan dengan seseorang yang berada di dataran rendah.

Dilansir dari AloDokter bahwa, "Penyakit ketinggian dapat disebabkan oleh kelembaban udara yang rendah, udara dingin, radiasi ultraviolet, dan penurunan tekanan udara".
Saat seseorang berada di dataran tinggi, kadar oksigen akan semakin tipis. Sehingga, tubuh seseorang harus bernapas lebih cepat untuk mendapatkan lebih banyak oksigen. Penyakit ketinggian bisa muncul saat seseorang mencapai di ketinggian 2.500 Mdpl.
Maka dari itu; seorang pendaki, penggiat alam bebas, ataupun orang yang awam di kegiatan outdoor harus tahu gejala-gejala saat seseorang terserang penyakit ketinggian, beserta bagaimana cara penanganan yang tepat dan benar. Sehingga, dapat meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan dan menyebabkan kefatalan, bahkan kematian.
Pada artikel ini, saya akan shar…

6 Jalur Pendakian di Gunung Lawu dan Eksotisme Hutannya

Setelah artikel pembahasan tentang Mountaineering dan Pemaknaan Pendaki 7 Summits Expedition, pada artikel ini saya akan share tentang 6 Jalur Pendakian di Gunung Lawu dan Eksotisme Hutannya. Gunung Lawu; memang tidak segagah Sindoro dan Sumbing, tidak seromantis Merapi dan Merbabu, juga tidak seangkuh Slamet dan Semeru. Dari sekian pendakian dan puncak gunung yang dikunjungi, Gunung Lawu memang mahir membuat rindu.

Gunung ini menjadi gunung favorit saya dari sekian gunung yang ada di Indonesia. Bagi saya, Gunung Lawu itu tidak terdefinisikan. Meski; dingin, mistis, dan penuh misteri. Tetap saja banyak yang ingin mengunjungi. Selain penduduknya yang ramah-tamah, biaya hidup yang terjangkau, Gunung Lawu mempunyai kisah-kisah mistis dan juga sejarah yang sangat mempesona. Bukti nyatanya, dibangunnya candi-candi dan juga petilasan yang ada di sana.
Kapan Anda ke sana dan makan di warung tertinggi Indonesia.? Jika Anda akan mendaki ke Gunung Lawu. Silakan berkunjung ke tempat saya; Kota …