Skip to main content

Mountaineering dan Pemaknaan Pendaki 7 Summits Expedition

Pada artikel sebelumnya yang sudah saya buat dapat Anda baca di; 7 Summits Indonesia yang mengulas tentang puncak-puncak tertinggi di setiap pulaunya yang ada di Indonesia. Pada artikel ini saya akan share perihal definisi Mountaineering dan Pemaknaan Pendaki 7 Summits Expedition.

Mountaineering merupakan suatu teknik gabungan pendakian yang memerlukan teknik dan alat-alat khusus, beserta pengetahuan untuk penggunannya. Aktivitas berkegiatan di alam bebas sangat berisiko dan berbahaya. Maka dari itu, kewajiban untuk tetap belajar dan memahami apa yang harus dilakukan saat kejadian yang di luar kontrol terjadi (implementasi).
Mungkin dari Anda, handal perihal; pengetahuan, management pendakian, dan mahir dalam berencana, akan tetapi Tuhan hakimnya. Kita harus selalu berusaha untuk meminimalisir kejadian (preventif) yang tidak diinginkan dengan berbekal pengetahuan, persiapan mental fisik, dan juga perencanaan yang tepat. Kegiatan mountaineering; satu dari sekian kegiatan yang ekstrim, akan tetapi gunung-gunung di Indonesia tidak semua dapat didaki menggunakan teknik pendakian mountaineering.

Gunung-gunung di Indonesia yang tepat untuk penerapan teknik pendakian mountaineering dapat dilakukan di Carstensz Pyramid atau di Gunung Raung yang memiliki kaldera terbesar, setelah Gunung Tambora. Dari gunung-gunung tertinggi yang ada di dunia; tercetuskan konsep 7 Summits of the World, yaitu puncak-puncak tertinggi di setiap benuanya. Terdapat 7 gunung dengan puncak-puncak tertinggi di dunia, yaitu;

1. Carstensz Pyramid (4.884 MASL) di Indonesia.
2. Vinson Massif ( 4.889 MASL) di Antartika.
3. Elbrus (5.642 MASL) di Rusia.
4. Kilimanjaro (5.895 MASL) di Afrika.
5. Denali ( 6.194 MASL) di Alaska.
6. Aconcagua ( 6.962 MASL) di Argentina.
7. Everest (8.848 MASL) di Nepal.

Richard “Dick” Bass, owner Snowbird Ski Resort di Utah, Amerika Serikat berhasil melakukan pendakian The Seven Summits pada 20 April 1985 dengan Puncak Everest (8.848 MASL) sebagai penutupnya dan berhasil menjadi The Seven Summiters pertama di dunia.

Konsep ini muncul dicetuskan oleh Richard “Dick” Bass pada tahun 1980-an yang menjadi tujuan setiap pendaki gunung untuk mencapai 7 puncak tertinggi dunia selama masa hidup mereka. Richard “Dick” Bass, orang pertama yang mendaki 7 puncak-puncak tertinggi dunia dan juga pemegang rekor orang tertua yang mendaki Everest. (Weise, C. R. 1999).

Bahaya dan rintangan kegiatan mendaki gunung 7 puncak-puncak tertinggi di dunia, yaitu; kadar oksigen di gunung yang semakin tipis. Seperti di Gunung Everest yang memerlukan tabung oksigen untuk menghindari gangguan pernapasan. Semakin tinggi sebuah gunung; kadar oksigen semakin tipis, beserta suhu dan cuaca yang sulit diprediksi saat di pegunungan.

Selain itu, pendaki akan mudah terserang Hipotermia, Acute Mountain Sickness, bahkan dapat menyebabkan kematian. Para pendaki juga mudah mengalami Snow Blind (kebutaan akibat pantulan cahaya salju). Selain itu juga; keadaan dan kondisi pendaki, beserta pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki pendaki dalam cara-cara mendaki gunung. (Weise, C. R. 1999).
Makna dari kegiatan mountaineering adalah kegiatan alam bebas yang berlokasi di pegunungan. Kegiatan mountaineering, mencakup; mendaki gunung (mountain hiking), memanjat tebing (rock climbing), dan memanjat gunung es (ice climbing). Mendaki gunung memerlukan berbagai keterampilan, antara lain; menguasai medan yang akan dituju, mampu membaca peta dan kompas, olahraga arus deras, survival bushscraft, dan juga mampu melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan.

Mountaineering merupakan teknik gabungan pendakian yang memerlukan alat-alat tertentu. Dalam berkegiatan mountaineering terdapat hal-hal yang harus diperhatikan secara mendalam, yaitu;  aturan-aturan pendakian, persiapan fisik dan mental, alat-alat dan perlengkapan pendakian, cara-cara yang baik dan tepat dalam berkegiatan mountaineering, dan lain-lain. Sedangkan orang yang melakukan aktivitas mountaineering disebut mountaineer. (Parfet, B. & Buskin, R. 2009).

Soe Hok Gie; merupakan mountaineer dari Indonesia yang meninggal di Puncak Mahameru pada tahun 1969, beliau yang mencintai hidup dengan melakukan pendakian. Sedangkan, Norman Edwin; sahabat dan rekan seperjuangan Gie yang meninggal di Aconcagua, Argentina pada tahun 1992, beliau yang menghargai kehidupan. Mereka adalah sosok-sosok pemuda bangsa yang berdedikasi untuk negeri, karyanya akan tetap abadi. Karena, mereka melakukan perjalanan dan tetap menulis semasa hidupnya.

Mereka para pendaki yang melakukan Seven Summits Expedition; yaitu memaknakan bahwa mendaki gunung membuat mereka ketagihan. Karena, adanya kecanduan untuk terus melakukan pendakian, beserta didukung dengan adanya rasa penasaran untuk menambah pengalaman-pengalaman lebih, yaitu; dengan mendaki 7 Puncak-Puncak Tertinggi di Benua.
Selama melakukan proses pendakian, muncul makna dari diri mereka bahwa; puncak gunung yang berhasil mereka daki adalah sesuatu yang diraih atas perjuangannya selama menghadapi bahaya dan risiko yang telah mereka lakukan. Sehingga, menghasilkan prestasi atas terselesaikannya ekspedisi.

Keberhasilan yang mereka dapat merupakan usaha yang sungguh-sungguh bagi mereka dalam mencapai puncak gunung. Selain itu, ketika berada di puncak gunung; para pendaki merasakan Tuhan begitu nyata kehadiran-Nya, beserta adanya pemaknaan kedekatan dengan Tuhan yang terimplementasikan dengan ciptaan-Nya, yaitu; puncak gunung yang didaki.

Adanya makna atas usaha yang diraih untuk mencapai puncak dan merasakan Tuhan begitu nyata kehadiran-Nya, muncul dari diri mereka bahwa dibutuhkan satu kesatuan yang kooperatif dari suatu tim untuk mencapai keberhasilan ekpedisi. Seven Summiters, secara ensensial menghayati dan memaknakan ruang hidup dirinya pada gunung yang didakinya sebagai pilihan hidup dan dapat bertanggung jawab atas pilihannya tersebut.

Seven Summiters menemukan makna bahwa; mendaki  gunung Seven Summits akan memberikan banyak pengalaman dan pemaknaan tentang gunung yang sudah dianggapnya sebagai bagian dari dirinya. (Oji Alfiqri. 2015).
Teruntuk Tuan dan Puan; selain membaca, Anda juga harus menulis. Jangan orang-orang barat saja yang menulis perihal Indonesia. Bergerilya tidak hanya dengan senjata. Meski mulut dibungkam, sastra dan pena yang berbicara.

Saya tidak menolak perkembangan teknologi, kami butuh kontribusi, dedikasi, dan aksi untuk negeri ini. Silakan Anda bagikan (share) artikel ini, agar bermanfaat bagi pembaca, dan juga terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Salam pena.!

Popular Posts

Journey of Wanderlust

Ketika orang Timur terkesima pada modernitas dan kemajuan peradaban di Barat, orang Barat justru mencari nirwana dalam keluhuran spiritualitas Timur. Manusia saling mengagumi, saling mencari, dan saling berpindah. Apakah mimpi terbesarmu.? Sekolah tertinggi di sebuah perguruan ternama.? Memiliki keluarga sakinah mawadah warahmah.? Atau menjajaki seluruh jengkal seluruh dunia.? Setiap orang memiliki mimpi dan meletakkan prioritas mimpi di urutan paling atas.

Apa makna perjalanan bagimu.? Mengunjungi tempat-tempat baru.? Pamer foto atau cerita kalau sudah pernah ke sana.? Menambah koleksi stempel pada paspor.? Atau sekadar rekreasi saja, memanjakan diri dengan menikmati keindahan alam atau daerah-daerah yang eksotis, berikut kelezatan kulinernya dan menggerutu jika perjalanan tersebut tidaklah sesuai yang diinginkan.?

Perjalanan bukanlah sekadar menjejakkan kaki di bandara-bandara kelas dunia, destinasi wisata yang indah, mereguk adrenalin dengan olahraga ekstrem, menghabiskan siang dan…

Ultralight Hiking or Conventional Hiking?

Ultralight hiking yaitu suatu teknik perjalanan dengan membawa peralatan standart pendakian yang nyaman, ringan, dan tanpa mengesampingkan safety saat melakukan pendakian. Untuk beban beratnya, teknik pendakian ultralight hiking tidak ditentukan batasan beban yang akan dibawa saat akan melakukan pendakian.

Pada tahun 1955, Emma Rowena Gatewood memperkenalkan teknik pendakian Ultralight Hiking. Kemudian pada tahun 1989, Ray Jardine melakukan perjalanan di Pasific Crest Trail (PCT) dan catatan perjalanannya diterbitkan dalam sebuah buku PCT Hiker’s Handbook. Pada tahun 1999, dicetak ulang dengan judul Beyond Backpacking. Pada tahun 1989, Ray Jardine membawa base weight 11 kg. Kemudian pada tahun 1994, Ray Jardine melakukan perjalanan PCT untuk kesekian kalinya dengan base weight 4.1 kg.
Satu faktor seseorang menggunakan teknik ultralight hiking; yaitu karena beban bawaan yang lebih ringan daripada menggunakan teknik konvensional dan lebih minimalis tanpa meninggalkan standart safety gea…

6 Tips Sebelum Naik Gunung

Naik gunung merupakan kegiatan olahraga yang ekstrim. Selain membutuhkan alat (gear) pendakian, dibutuhkan juga technical skill saat berada di alam bebas, beserta pengetahuan dalam membaca kompas, dan memahami track di gunung tersebut. Sekarang ini; pendakian sudah menjadi hobi, bahkan profesi bagi sebagian orang.
Saya akan share tips-tips sebelum melakukan pendakian untuk Anda yang ingin naik gunung, tetapi belum paham barang-barang apa saja yang dipersiapkan dan dibawa pada saat akan melakukan pendakian. Berikut ini adalah 6 tips yang dapat Anda perhatikan, sebelum naik gunung; Tentukan waktu yang tepat saat akan melakukan pendakian. Akan lebih baik jika tidak saat musim hujan dan kabari pada keluarga atau sahabat Anda, jika Anda akan melakukan pendakian.Sebelum naik gunung, tentukan partner pendakian yang tepat atau ajak sahabat Anda yang pernah naik gunung.Cari informasi sebanyak mungkin tentang gunung tersebut dan tanyakan pada sahabat-sahabat Anda yang pernah mendaki gunung ters…

5 Teknik untuk Meningkatkan Search Engine Optimization

Optimalisasi yang dilakukan pada suatu blog atau website merupakan satu faktor penting untuk perkembangan blog atau website yang Anda kelola. Semisal, dapat Anda lakukan dengan menggunakan teknik Search Engine Optimization (SEO). Akan tetapi, bagi orang yang awam perihal teknologi dan informasi, kata Search Engine Optimization (SEO) merupakan kata asing.
Sebagian mayoritas orang masih kesulitan bagiamana caranya untuk melakukan optimalisasi blog atau website dengan menggunakan Search Engine Optimization (SEO). Maka dari itu, saya akan berbagi kepada Anda perihal cara optimalisasi blog atau website dengan menggunakan teknik Search Engine Optimization. Algoritme pada Google dari waktu ke waktu terus melakukan perubahan dan perbaikan untuk mengindeks suatu blog atau website. Karena itu, untuk mengoptimalkan Search Engine Optimization (SEO) pada blog atau website tidak boleh dikesampingkan.

Supaya blog atau website yang Anda kelola dapat berjalan dengan optimal dan mampu bersaing menjadi …

4 Perusahaan Startup Unicorn dari Indonesia

A. Startup Unicorn; Berbagai startup telah terbukti berhasil mengimbangi kesuksesan perusahaan- perusahaan besar lainnya. Kini muncul istilah unicorn untuk mengukur tingkat kesuksesan sebuah startup. Startup Unicorn adalah sebuah gelar yang diberikan kepada startup yang memiliki valuasi lebih dari $1 miliar (sekitar 13,1 triliun rupiah).
Dilansir dari Venture Beat, "terdapat 229 startup yang masuk dalam kategori unicorn". Semua startup tersebar di berbagai belahan dunia termasuk Amerika Serikat, Tiongkok, Jerman, India, Kanada, Inggris, dan Singapura. Startup–startup ini menggeluti di berbagai bidang yang bervariasi seperti keuangan, pemasaran, pelayanan, dan games. Berdasarkan data penelitian dari CB Insights, "Startup pertama yang menduduki kategori unicorn adalah Uber".
Startup dari Amerika Serikat ini memiliki valuasi senilai 51 miliar dolar Amerika. Posisi kedua diduduki oleh Xiaomi dari Tiongkok, senilai 46 miliar dolar Amerika. Lalu, posisi ketiga di…

Perkembangan Teknologi dan Informasi di Revolusi Industri 4.0

Perkembangan teknologi dan informasi semakin maju dan pesat. Sekarang ini kita sudah memasuki di perkembangan zaman revolusi industri 4.0. Berbagai penemuan dan inovasi semakin berkembang di berbagai segala sektor, lain halnya dengan tempo dulu.  Semisal; dalam penggunaan media online untuk mencari informasi terkini. Bukti dari perkembangan teknologi dan informasi sangat bermanfaat, jika kita dapat memanfaatkannya dengan baik dan tepat.

Berbagai startup perusahaan berlomba-lomba memasarkan produk-produknya melalui media online untuk meningkatkan nilai penjualan dan terus berinovasi produk terbaiknya untuk para konsumen. Karena, para Chief Executive Officer (CEO) startup perusahaan dan pemilik modal (investor) mengetahui potensi pasar di zaman digital ini semakin pesat dan berkembang. Bermodal data internet melalui smartphone atau laptop, dengan hanya mencari kata kunci di Google sesuai yang Anda cari. Semua informasi, barang, jasa, dan lain sebagainya sudah ada di kolom pencarian. Be…

Bushcraft and Survival Indonesia

Pada artikel ini saya akan berbagi perihal definisi Bushcraft dan Survival yang akan sangat berguna di lain waktu bagi kita semua. Saya akan mendiskripsikan semudah mungkin agar mudah dipahami oleh pembaca, perihal perbedaan dua kata tersebut.

Dalam pokok pembahasan artikel ini, saya akan lebih memfokuskan mengulas kata Bushcraft dan Survival di lingkup area yang ada di Indonesia. Karena, di setiap negara-negara memiliki definisi dan juga teknik yang berbeda-beda dalam penerapannya.

Istilah kata Bushcraft dipopulerkan oleh Mors Kochanski dan Les Hiddins (Bushtucker Man). Untuk para penggiat alam bebas kata Bushcraft tersebut bukanlah kata asing, akan tetapi bagi sebagian orang masih minim yang mengetahui istilah tersebut.
Bushcraft dan Survival merupakan definisi kata yang berbeda. Mayoritas orang lebih mengenal kata Survival jika dibandingkan dengan kata Bushcraft. Perkembangan Bushcraft di Indonesia kini sudah semakin maju dan juga disertai peralatan Survival Kits yang semakin moder…

7 Summits Indonesia

Kegiatan mendaki gunung di Indonesia saat ini sudah sangat berkembang pesat. Mulai dari perkembangan gear pendakian yang semakin modern, transportasi yang mudah jika dibandingkan semasa pendakian zaman dulu, logistic yang mudah dibeli di toko-toko terdekat, dan juga teknik ultralight hiking yang sudah mulai diterapkan oleh sebagian pendaki.
Namun, berkegiatan di alam bebas bukanlah kegiatan yang tanpa persiapan dan tidak boleh dikesampingkan oleh penggiat alam. Apalagi kegiatan naik gunung, memang harus sangat diperhatikan dan dipersiapkan secara matang oleh seorang pendaki.
Mulai dari gear pendakian, logistics, survival skill, sikap yang tidak angkuh, bersikap sopan dan santun, beserta kesadaran diri untuk tetap menjaga dan merawat lingkungan alam ini agar tetap lestari. Karena, mencintai dan menjaga alam memang sudah seharusnya dipahami dan diterapkan oleh semua orang tanpa terkecuali. Wilayah di Indonesia terkenal dengan Ring of Fire atau cincin berapi, terdapat tipe-tipe gunung y…

3 Altitude Sickness yang Dapat Menyerang Pendaki

Untuk seseorang yang hoby naik gunung kemungkinan akan terserang penyakit ketinggian atau yang disebut altitude sickness akan semakin tinggi, jika dibandingkan dengan seseorang yang berada di dataran rendah.

Dilansir dari AloDokter bahwa, "Penyakit ketinggian dapat disebabkan oleh kelembaban udara yang rendah, udara dingin, radiasi ultraviolet, dan penurunan tekanan udara".
Saat seseorang berada di dataran tinggi, kadar oksigen akan semakin tipis. Sehingga, tubuh seseorang harus bernapas lebih cepat untuk mendapatkan lebih banyak oksigen. Penyakit ketinggian bisa muncul saat seseorang mencapai di ketinggian 2.500 Mdpl.
Maka dari itu; seorang pendaki, penggiat alam bebas, ataupun orang yang awam di kegiatan outdoor harus tahu gejala-gejala saat seseorang terserang penyakit ketinggian, beserta bagaimana cara penanganan yang tepat dan benar. Sehingga, dapat meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan dan menyebabkan kefatalan, bahkan kematian.
Pada artikel ini, saya akan shar…