Skip to main content

6 Jalur Pendakian di Gunung Lawu dan Eksotisme Hutannya

Setelah artikel pembahasan tentang Mountaineering dan Pemaknaan Pendaki 7 Summits Expedition, pada artikel ini saya akan share tentang 6 Jalur Pendakian di Gunung Lawu dan Eksotisme Ekologinya. Gunung Lawu; memang tidak segagah Sindoro dan Sumbing, tidak seromantis Merapi dan Merbabu, juga tidak seangkuh Slamet dan Semeru. Dari sekian pendakian dan puncak gunung yang dikunjungi, Gunung Lawu memang mahir membuat rindu.

Gunung ini menjadi gunung favorit saya dari sekian gunung yang ada di Indonesia. Bagi saya, Gunung Lawu itu tidak terdefinisikan. Meski; dingin, mistis, dan penuh misteri. Tetap saja banyak yang ingin mengunjungi. Selain penduduknya yang ramah-tamah, biaya hidup yang terjangkau, Gunung Lawu mempunyai kisah-kisah mistis dan juga sejarah yang sangat mempesona. Bukti nyatanya, dibangunnya candi-candi dan juga petilasan yang ada di sana.
Kapan Anda ke sana dan makan di warung tertinggi Indonesia.? Jika Anda akan mendaki ke Gunung Lawu. Silakan berkunjung ke tempat saya; Kota Surakarta, saya tunggu ya. Kelak kalau kita bersua, jangan sungkan dan enggan untuk menyapa.

Gunung Lawu terletak di perbatasan antara Jawa Timur dan Jawa Tengah, gunung ini berketinggian (3265 MASL). Gunung Lawu merupakan gunung api yang berstatus istirahat dan telah lama tidak aktif. Terdapat kawah yang masih aktif dan juga candi-candi yang masih ada sampai kini. Wilayah lereng Gunung Lawu sisi timur berada di Jawa Timur, Kabupaten Magetan, sedangkan sisi timur laut berada di Kabupaten Ngawi, dan sisi barat masuk dalam administrasi di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Gunung Lawu merupakan gunung yang populer untuk kegiatan pendakian, selain itu terdapat candi-candi untuk tempat peribadatan dan juga petilasan yang dibangun sejak zaman kerajaan-kerajaan terdahulu. Letak geografi Gunung Lawu berada dikoordinat sekitar 111 o 15’ BT dan 7 o 30’LS. Lereng timur Gunung Lawu termasuk di administrasi Provinsi Jawa Timur yang meliputi; Kabupaten Magetan dan Ngawi. Sedangkan lereng barat termasuk dalam administrasi Provinsi Jawa Tengah yang meliputi; Kabupaten Karanganyar, Sragen, dan Wonogiri.

Gunung Lawu memanjang dari utara ke selatan; dipisahkan jalan raya penghubung provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, dengan Cemoro Sewu sebagai dusun teratas. Topografi bagian utara berbentuk kerucut dengan Puncak Hargo Dumilah (3.265 MASL), sedangkan bagian selatan kompleks terdiri dari bukit dan jurang dengan Puncak Jobolarangan (2.298 MASL). Hutan di lereng barat gunung ini dikelola Perum Perhutani KPH Surakarta (Unit I Jawa Tengah), sedangkan lereng timur dikelola KPH Lawu dan sekitarnya (Unit II Jawa Timur). (Setiawan, 2001)
Secara keseluruhan hutan di Gunung Lawu meliputi area seluas lebih dari 15.000 ha. Luas ini dapat bertambah apabila diikutsertakan hutan pada ketinggian yang lebih rendah. Bentangan topografi Gunung Lawu sangat khas sehingga mampu mengkondensasi angin tenggara yang basah menjadi hujan. Hal ini menyebabkan lereng selatan relatif subur dengan vegetasi yang rapat, sekalipun musim kemarau. (Setiawan, 2001)

Gunung Lawu merupakan salah satu gunung terbesar di Pulau Jawa dengan ketinggian (3265 MASL), Gunung Lawu merupakan satu bentuk habitat yang sangat eksotis. Gunung ini menjadi batas antara Provinsi Jawa Timur yang cenderung kering dan gersang, sedangkan area di Jawa Tengah yang mulai basah. Sebelum mencapai Jawa Barat yang basah dan dingin. Sebagai wilayah yang khas perlalihan, tempat ini ditumbuhi oleh spesies khas Jawa Timur. Namun tidak ditemukan di Jawa Barat dan begitu pula sebaliknya. (Stennis, 1972)

Gunung Lawu mempunyai kawasan Hutan Dipterocarp Bukit, Hutan Dipterocarp Atas, dan Hutan Montana. Hutan di Gunung Lawu memiliki karakteristik hutan tropika basah. Hutan Dipterocarp Bukit; kawasan hutan yang terdapat pada ketinggian 300-750 (MASL). Hutan Dipterocarp Atas; kawasan hutan yang terdapat pada ketinggian 750-1200 (MASL). Sedangkan Hutan Montana; merujuk pada kawasan hutan yang terdapat pada ketinggian 1200-1500 (MASL).

Semakin meningkat ketinggian suatu tempat di suatu gunung, kelimpahan jenis vegetasi makin menurun. Hampir tidak ditemukannya vegetasi jenis pohon pada ketinggian puncak gunung, ditemukannnya vegetasi jenis pohon pada ketinggian puncak gunung, ditemukan zona vegetasi, yang mana pada ketinggian tertentu akan didominasi oleh vegetasi jenis tertentu. Seiring dengan bertambahnya ketingggian, pohon-pohon ditemukan semakin pendek ukuran batangnya, ranting semakin kecil dan berlekuk-lekuk, daun semakin kecil dan tebal. (Wijayanti, 2011)

Gunung Lawu merupakan gunung yang sangat popular untuk kegiatan pendakian. Gunung Lawu memiliki beberapa jalur pendakian. Berikut ini jalur pendakian yang ada di Gunung Lawu;

  1. Jalur pendakian Cemoro Sewu berada di Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
  2. Jalur pendakian Cemoro Kandang, Candi Cetho, Tlogodigo, dan Tambak berada di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
  3. Jalur Cemoro Mencil berada di Desa Girimulyo Jogorogo, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Jalur pendakian Cemoro Mencil yang berada di Desa Girimulyo Jogorogo, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, merupakan jalur yang belum banyak diketahui dan belum banyak diadakan penelitian di sana. Oleh sebab itu, jalur pendakian Cemoro Mencil masih memiliki keanekaragaman flora yang tinggi dan vegetasi yang masih rimbun.

Berdasarkan hasil penelitian Hanjarwani, “bahwa di sekitar jalur selatan pendakian Gunung Lawu, di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah yang dilakukan selama 3 bulan pada tanggal 12 Desember 2012-12 Februari 2012)”.

  • Diversitas paling tinggi pada stasiun C (2000 MASL); terdapat 10 jenis tumbuhan paku, jumlah total 130 individu.
  • Tumbuhan paling banyak Davallia Trichonoldes; yaitu 21 individu dan jumlah terkecil Belvisia Revolute yaitu ditemukan pada stasiun C (2000 MASL) sebesar 0,8697.
  • Indeks dominasi paling banyak ditemukan pada stasiun C (2000 MASL); sebesar 0,8697, sedangkan indeks dominasi paling banyak ditemukan pada stasiun A sebesar 0.1716.

Berdasarkan hasil penelitian Hakim, “bahwa vegetasi di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru terdiri dari dataran rendah dengan jenis hutan pegunungan atas’.

  • Hutan pegunungan bawah (1.200-1.800 MASL); didominasi oleh spesies hutan mencakup Ficus sp, Erythrina sp, dan Artocarpus sp.
  • Hutan pegunungan atas dari (1.800-3.000 MASL); spesies pohon didominanasi Casuarina Junghuhniana (Casuarinaceae), dan Acacia Decurrens (Fabaceae).
  • Hutan pegunungan sub (+3.000 MASL); didominasi oleh semak dan rumput, termasuk Anaphalis sp (Asteraceae), Imperata Cylindrica (Poaceae), dan semak kerdil lainnya.
Setelah saya share artikel tentang 6 Jalur Pendakian di Gunung Lawu dan Eksotisme Ekologinya. Semoga kita tetap dapat berpartisipasi dan berkontribusi; untuk merawat dan menjaga bumi, supaya tetap lestari. Agar kelak nanti; anak dan cucu kita juga dapat merawat, menjaga,  dan merasakan ekostisme bumi pertiwi kita ini. Silakan Anda share bagikan artikel ini, agar dapat bermanfaat bagi pembaca yang lainnya. Salam pena.!

Popular Posts

Journey of Wanderlust

Ketika orang Timur terkesima pada modernitas dan kemajuan peradaban di Barat, orang Barat justru mencari nirwana dalam keluhuran spiritualitas Timur. Manusia saling mengagumi, saling mencari, dan saling berpindah. Apakah mimpi terbesarmu.? Sekolah tertinggi di sebuah perguruan ternama.? Memiliki keluarga sakinah mawadah warahmah.? Atau menjajaki seluruh jengkal seluruh dunia.? Setiap orang memiliki mimpi dan meletakkan prioritas mimpi di urutan paling atas.

Apa makna perjalanan bagimu.? Mengunjungi tempat-tempat baru.? Pamer foto atau cerita kalau sudah pernah ke sana.? Menambah koleksi stempel pada paspor.? Atau sekadar rekreasi saja, memanjakan diri dengan menikmati keindahan alam atau daerah-daerah yang eksotis, berikut kelezatan kulinernya dan menggerutu jika perjalanan tersebut tidaklah sesuai yang diinginkan.?

Perjalanan bukanlah sekadar menjejakkan kaki di bandara-bandara kelas dunia, destinasi wisata yang indah, mereguk adrenalin dengan olahraga ekstrem, menghabiskan siang dan…

Ultralight Hiking or Conventional Hiking?

Ultralight hiking yaitu suatu teknik perjalanan dengan membawa peralatan standart pendakian yang nyaman, ringan, dan tanpa mengesampingkan safety saat melakukan pendakian. Untuk beban beratnya, teknik pendakian ultralight hiking tidak ditentukan batasan beban yang akan dibawa saat akan melakukan pendakian.

Pada tahun 1955, Emma Rowena Gatewood memperkenalkan teknik pendakian Ultralight Hiking. Kemudian pada tahun 1989, Ray Jardine melakukan perjalanan di Pasific Crest Trail (PCT) dan catatan perjalanannya diterbitkan dalam sebuah buku PCT Hiker’s Handbook. Pada tahun 1999, dicetak ulang dengan judul Beyond Backpacking. Pada tahun 1989, Ray Jardine membawa base weight 11 kg. Kemudian pada tahun 1994, Ray Jardine melakukan perjalanan PCT untuk kesekian kalinya dengan base weight 4.1 kg.
Satu faktor seseorang menggunakan teknik ultralight hiking; yaitu karena beban bawaan yang lebih ringan daripada menggunakan teknik konvensional dan lebih minimalis tanpa meninggalkan standart safety gea…

6 Tips Sebelum Naik Gunung

Naik gunung merupakan kegiatan olahraga yang ekstrim. Selain membutuhkan alat (gear) pendakian, dibutuhkan juga technical skill saat berada di alam bebas, beserta pengetahuan dalam membaca kompas, dan memahami track di gunung tersebut. Sekarang ini; pendakian sudah menjadi hobi, bahkan profesi bagi sebagian orang.
Saya akan share tips-tips sebelum melakukan pendakian untuk Anda yang ingin naik gunung, tetapi belum paham barang-barang apa saja yang dipersiapkan dan dibawa pada saat akan melakukan pendakian. Berikut ini adalah 6 tips yang dapat Anda perhatikan, sebelum naik gunung; Tentukan waktu yang tepat saat akan melakukan pendakian. Akan lebih baik jika tidak saat musim hujan dan kabari pada keluarga atau sahabat Anda, jika Anda akan melakukan pendakian.Sebelum naik gunung, tentukan partner pendakian yang tepat atau ajak sahabat Anda yang pernah naik gunung.Cari informasi sebanyak mungkin tentang gunung tersebut dan tanyakan pada sahabat-sahabat Anda yang pernah mendaki gunung ters…

5 Teknik untuk Meningkatkan Search Engine Optimization

Optimalisasi yang dilakukan pada suatu blog atau website merupakan satu faktor penting untuk perkembangan blog atau website yang Anda kelola. Semisal, dapat Anda lakukan dengan menggunakan teknik Search Engine Optimization (SEO). Akan tetapi, bagi orang yang awam perihal teknologi dan informasi, kata Search Engine Optimization (SEO) merupakan kata asing.
Sebagian mayoritas orang masih kesulitan bagiamana caranya untuk melakukan optimalisasi blog atau website dengan menggunakan Search Engine Optimization (SEO). Maka dari itu, saya akan berbagi kepada Anda perihal cara optimalisasi blog atau website dengan menggunakan teknik Search Engine Optimization. Algoritme pada Google dari waktu ke waktu terus melakukan perubahan dan perbaikan untuk mengindeks suatu blog atau website. Karena itu, untuk mengoptimalkan Search Engine Optimization (SEO) pada blog atau website tidak boleh dikesampingkan.

Supaya blog atau website yang Anda kelola dapat berjalan dengan optimal dan mampu bersaing menjadi …

4 Perusahaan Startup Unicorn dari Indonesia

A. Startup Unicorn; Berbagai startup telah terbukti berhasil mengimbangi kesuksesan perusahaan- perusahaan besar lainnya. Kini muncul istilah unicorn untuk mengukur tingkat kesuksesan sebuah startup. Startup Unicorn adalah sebuah gelar yang diberikan kepada startup yang memiliki valuasi lebih dari $1 miliar (sekitar 13,1 triliun rupiah).
Dilansir dari Venture Beat, "terdapat 229 startup yang masuk dalam kategori unicorn". Semua startup tersebar di berbagai belahan dunia termasuk Amerika Serikat, Tiongkok, Jerman, India, Kanada, Inggris, dan Singapura. Startup–startup ini menggeluti di berbagai bidang yang bervariasi seperti keuangan, pemasaran, pelayanan, dan games. Berdasarkan data penelitian dari CB Insights, "Startup pertama yang menduduki kategori unicorn adalah Uber".
Startup dari Amerika Serikat ini memiliki valuasi senilai 51 miliar dolar Amerika. Posisi kedua diduduki oleh Xiaomi dari Tiongkok, senilai 46 miliar dolar Amerika. Lalu, posisi ketiga di…

Perkembangan Teknologi dan Informasi di Revolusi Industri 4.0

Perkembangan teknologi dan informasi semakin maju dan pesat. Sekarang ini kita sudah memasuki di perkembangan zaman revolusi industri 4.0. Berbagai penemuan dan inovasi semakin berkembang di berbagai segala sektor, lain halnya dengan tempo dulu.  Semisal; dalam penggunaan media online untuk mencari informasi terkini. Bukti dari perkembangan teknologi dan informasi sangat bermanfaat, jika kita dapat memanfaatkannya dengan baik dan tepat.

Berbagai startup perusahaan berlomba-lomba memasarkan produk-produknya melalui media online untuk meningkatkan nilai penjualan dan terus berinovasi produk terbaiknya untuk para konsumen. Karena, para Chief Executive Officer (CEO) startup perusahaan dan pemilik modal (investor) mengetahui potensi pasar di zaman digital ini semakin pesat dan berkembang. Bermodal data internet melalui smartphone atau laptop, dengan hanya mencari kata kunci di Google sesuai yang Anda cari. Semua informasi, barang, jasa, dan lain sebagainya sudah ada di kolom pencarian. Be…

Bushcraft and Survival Indonesia

Pada artikel ini saya akan berbagi perihal definisi Bushcraft dan Survival yang akan sangat berguna di lain waktu bagi kita semua. Saya akan mendiskripsikan semudah mungkin agar mudah dipahami oleh pembaca, perihal perbedaan dua kata tersebut.

Dalam pokok pembahasan artikel ini, saya akan lebih memfokuskan mengulas kata Bushcraft dan Survival di lingkup area yang ada di Indonesia. Karena, di setiap negara-negara memiliki definisi dan juga teknik yang berbeda-beda dalam penerapannya.

Istilah kata Bushcraft dipopulerkan oleh Mors Kochanski dan Les Hiddins (Bushtucker Man). Untuk para penggiat alam bebas kata Bushcraft tersebut bukanlah kata asing, akan tetapi bagi sebagian orang masih minim yang mengetahui istilah tersebut.
Bushcraft dan Survival merupakan definisi kata yang berbeda. Mayoritas orang lebih mengenal kata Survival jika dibandingkan dengan kata Bushcraft. Perkembangan Bushcraft di Indonesia kini sudah semakin maju dan juga disertai peralatan Survival Kits yang semakin moder…

7 Summits Indonesia

Kegiatan mendaki gunung di Indonesia saat ini sudah sangat berkembang pesat. Mulai dari perkembangan gear pendakian yang semakin modern, transportasi yang mudah jika dibandingkan semasa pendakian zaman dulu, logistic yang mudah dibeli di toko-toko terdekat, dan juga teknik ultralight hiking yang sudah mulai diterapkan oleh sebagian pendaki.
Namun, berkegiatan di alam bebas bukanlah kegiatan yang tanpa persiapan dan tidak boleh dikesampingkan oleh penggiat alam. Apalagi kegiatan naik gunung, memang harus sangat diperhatikan dan dipersiapkan secara matang oleh seorang pendaki.
Mulai dari gear pendakian, logistics, survival skill, sikap yang tidak angkuh, bersikap sopan dan santun, beserta kesadaran diri untuk tetap menjaga dan merawat lingkungan alam ini agar tetap lestari. Karena, mencintai dan menjaga alam memang sudah seharusnya dipahami dan diterapkan oleh semua orang tanpa terkecuali. Wilayah di Indonesia terkenal dengan Ring of Fire atau cincin berapi, terdapat tipe-tipe gunung y…

3 Altitude Sickness yang Dapat Menyerang Pendaki

Untuk seseorang yang hoby naik gunung kemungkinan akan terserang penyakit ketinggian atau yang disebut altitude sickness akan semakin tinggi, jika dibandingkan dengan seseorang yang berada di dataran rendah.

Dilansir dari AloDokter bahwa, "Penyakit ketinggian dapat disebabkan oleh kelembaban udara yang rendah, udara dingin, radiasi ultraviolet, dan penurunan tekanan udara".
Saat seseorang berada di dataran tinggi, kadar oksigen akan semakin tipis. Sehingga, tubuh seseorang harus bernapas lebih cepat untuk mendapatkan lebih banyak oksigen. Penyakit ketinggian bisa muncul saat seseorang mencapai di ketinggian 2.500 Mdpl.
Maka dari itu; seorang pendaki, penggiat alam bebas, ataupun orang yang awam di kegiatan outdoor harus tahu gejala-gejala saat seseorang terserang penyakit ketinggian, beserta bagaimana cara penanganan yang tepat dan benar. Sehingga, dapat meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan dan menyebabkan kefatalan, bahkan kematian.
Pada artikel ini, saya akan shar…

Mountaineering dan Pemaknaan Pendaki 7 Summits Expedition

Pada artikel sebelumnya yang sudah saya buat dapat Anda baca di; 7 Summits Indonesia yang mengulas tentang puncak-puncak tertinggi di setiap pulaunya yang ada di Indonesia. Pada artikel ini saya akan share perihal definisi Mountaineering dan Pemaknaan Pendaki 7 Summits Expedition.

Mountaineering merupakan suatu teknik gabungan pendakian yang memerlukan teknik dan alat-alat khusus, beserta pengetahuan untuk penggunannya. Aktivitas berkegiatan di alam bebas sangat berisiko dan berbahaya. Maka dari itu, kewajiban untuk tetap belajar dan memahami apa yang harus dilakukan saat kejadian yang di luar kontrol terjadi (implementasi).
Mungkin dari Anda, handal perihal; pengetahuan, management pendakian, dan mahir dalam berencana, akan tetapi Tuhan hakimnya. Kita harus selalu berusaha untuk meminimalisir kejadian (preventif) yang tidak diinginkan dengan berbekal pengetahuan, persiapan mental fisik, dan juga perencanaan yang tepat. Kegiatan mountaineering; satu dari sekian kegiatan yang ekstrim, …