Internet Protocol dan 5 Klasifikasi Internet Protocol Address

Setelah kemarin saya share tentang artikel 4 jenis-jenis jaringan internet, sekarang pada artikel ini saya akan membahas tentang definisi Internet Protocol (IP) dan klasifikasi kelas-kelas pada Internet Protocol Address (IP address).

Internet Protokol atau disingkat (IP) adalah protokol lapisan jaringan (network layer) atau protokol lapisan internetwork (internetwork layer) yang digunakan oleh protocol Transmission Control Protocol (TCP/IP) untuk melakukan pengalamatan dan routing paket data antar host to host di jaringan komputer berbasis Transmission Control Protocol (TCP/IP).
Pada sebuah paket Internet Protokol, akan membawa data aktual yang dikirimkan melalui jaringan dari satu titik ke titik lainnya. System penguatan Internet Protocol (IP) terbagi menjadi dua, yaitu;

1. DHCP

Dynamic Host Configuration Protocol atau (DHCP) adalah protocol client server yang digunakan untuk memberikan alamat Internet Protocol (IP) pada komputer client perangkat jaringan secara otomatis. Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) merupakan infrastructure dari jaringan yang ada pada Windows.

Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) pada server memberikan konfigurasi Internet Protocol Address (IP address) secara berubah pada host dalam sebuah jaringan komputer, yang berguna untuk komunikasi antar perangkat.

Konfigurasi Internet Protocol Address (IP address) yang menggunakan setting Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), pada alamat Internet Protocol-nya dapat berubah-ubah. Sehingga pengguna tidak harus melakukan setting Internet Protocol Address, Subnet Mask, Default Gateway, dan Domain Name Server.

Kelebihan Setting Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP):

a. Internet Protocol otomatis akan mencocokan antar device yang lain.
b. Tidak harus setting (IP address), karena sudah secara otomatis.

Kelemahan Setting Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP):

a. Loading ke server lama, karena (IP address) berubah-ubah.
b. Internet Protocol Address (IP address) dapat berubah. 

2. STATIC

Sedangkan untuk konfigurasi Internet Protocol Address (IP address) yang menggunakan setting Static, Internet Protocol Address (IP address) tidak dapat berubah-ubah. Maka dari itu, pengguna harus melakukan setting IP address, Subnet Mask, Default Gateway, dan Domain Name Server secara manual.

Kelebihan Setting Internet Protocol (Static):

a. Pada Internet Protocol Address (IP address) harus diisi secara manual, dan Internet Protocol Address (IP address) tidak dapat berubah-ubah.
b. Loading menuju system akan lebih cepat, karena tanpa harus menunggu check jaringan dari Internet Protocol Address (IP address).

Kelemahan Setting Intenet Protocol (Static):

a. Jika salah memasukan Internet Protocol Address (IP address) yang sama pada komputer, rawan terjadi crash sehingga device tidak dapat terhubung ke jaringan. 

Setelah pembahasan definisi Internet Protocol dan juga System penguatan Internet Protocol (IP). Selanjutnya saya akan membahas tentang klasifikasi kelas-kelas pada Internet Protocol Address (IP address).

Kelas-kelas Internet Protocol Address (IP address) diklasifikasikan menjadi 5 bagian. Struktur IP address terdiri atas dua bagian yaitu NetworkID dan HostID. NetworkID menunjukkan ID alamat jaringan tempat host-host berada, sedangkan HostID adalah bagian yang menunjukkan host itu berada. Klasifikasi kelas-kelas pada Internet Protocol Address (IP address), yaitu;

1. Kelas A

IP address kelas A terdiri atas 8 bit untuk NetworkID, dan sisanya 24 bit digunakan untuk HostID. IP address kelas A digunakan untuk jaringan dengan jumlah host sangat besar, pada bit pertama di angka 0 sampai dengan 127.
Contoh; IP address 120.31.45.18 Maka; NetworkID = 120 HostID = 31.45.18
Jadi, IP di atas mempunyai host dengan nomor 31.45.18 dan network 120. 

2. Kelas B

IP address kelas B terdiri atas 16 bit untuk NetworkID, dan sisanya 16 bit digunakan untuk HostID. IP address kelas B digunakan untuk jaringan dengan jumlah host tidak terlalu besar, pada 2 bit pertama di angka 10.
Contoh; IP address 150.70.60.56 Maka; NetworkID = 150.70 HostID = 60.56
Jadi, IP di atas mempunyai host dengan nomor 60.56 dan network 150.70. 

3. Kelas C

IP address kelas C terdiri atas 24 bit untuk NetworkID, dan sisanya 8 bit digunakan untuk HostID. IP address kelas C digunakan untuk jaringan berukuran kecil. Pada IP address kelas C, digunakan untuk jaringan Local Area Network (LAN), dan pada 3 bit pertama di angka 110.
Contoh; IP address 192.168.1.1 Maka; NetworkID = 192.168.1 HostID = 1
Jadi, IP di atas mempunyai host dengan nomor 1 dan network 192.168.1. 

4. Kelas D

Internet Protocol Address (IP address) pada kelas D, tidak digunakan untuk penggunaan umum, dan diperuntukan bagi jaringan yang multicast. Pada kelas D ini, digunakan untuk keperluan multicasting, di mana IP address host awal adalah 224.0.0.0 hingga 239.255.255.255.

Dari 4 bit pertama 1110 dan bit ke bit berikutnya diatur sesuai keperluan multicast group yang menggunakan Internet Protocol Address (IP address). Pada IP address kelas D, tidak ada NetworkID dan HostID.

5. Kelas E

Untuk IP Address kelas E dicadangkan hanya untuk keperluan eksperimental, di mana IP address host adalah 240.0.0.0 hingga 255.255.255.255. Pada IP address kelas E juga tidak terdapat NetworkID dan HostID.

Related Posts

Subscribe Newsletter