Skip to main content

Bushcraft and Survival Indonesia

Pada artikel ini saya akan berbagi perihal definisi Bushcraft dan Survival yang akan sangat berguna di lain waktu bagi kita semua. Saya akan mendiskripsikan semudah mungkin agar mudah dipahami oleh pembaca, perihal perbedaan dua kata tersebut.

Dalam pokok pembahasan artikel ini, saya akan lebih memfokuskan mengulas kata Bushcraft dan Survival di lingkup area yang ada di Indonesia. Karena, di setiap negara-negara memiliki definisi dan juga teknik yang berbeda-beda dalam penerapannya.

Istilah kata Bushcraft dipopulerkan oleh Mors Kochanski dan Les Hiddins (Bushtucker Man). Untuk para penggiat alam bebas kata Bushcraft tersebut bukanlah kata asing, akan tetapi bagi sebagian orang masih minim yang mengetahui istilah tersebut.
Bushcraft dan Survival merupakan definisi kata yang berbeda. Mayoritas orang lebih mengenal kata Survival jika dibandingkan dengan kata Bushcraft. Perkembangan Bushcraft di Indonesia kini sudah semakin maju dan juga disertai peralatan Survival Kits yang semakin modern.

Definisi kata Bushcraft sudah dikenal oleh penggiat ruang terbuka di Indonesia dengan istilah Pioneering. Perbedaan antara Bushcraft dengan Pioneering adalah dalam penggunaan alat dalam melakukan aktifitasnya. Sedangkan Pioneering lebih memaksimalkan alat yang akan digunakan secara minim.
Dalam penggunaan teknik Bushcraft, seseorang akan mempelajari teknik-teknik; bagaimana caranya untuk mengumpulkan makanan (foraging), teknik mencari air di alam bebas, berburu di alam liar, menyalakan api tanpa peralatan modern, memancing menggunakan teknik konvensional, mempelajari cara membuat shelter menggunakan bahan-bahan yang ada di alam sekitar, mempelajari jenis-jenis tumbuhan yang dapat dikonsumsi, meramu jenis-jenis tanaman untuk obat, dan juga memanfaatkan benda-benda yang ada di sekeliling untuk tetap bertahan hidup.

Terdapat berbagai literatur tentang Bushcraft yang dapat Anda baca dan bisa dipelajari yaitu; Essential Bushcraft by Ray Mears, Bushcraft 101 by Dave Canterbury, Bushcraft Book by Richard Graves, dan juga The Forager's Harvest by Samuel Thayer.

Definisi makna kata Bushcraft yaitu; lebih menekankan pada teknik natural crafting. Memanfaatkan dan membuat sesuatu dari alam untuk tetap bertahan hidup dalam kondisi tertentu.

Jadi, istilah kata Bushcraft dapat didefinisikan; sebagai keahlian untuk bertahan hidup di alam bebas atau keterampilan seseorang dalam mempelajari, memahami, dan juga dapat memanfaatkan sesuatu yang sudah ada di alam dengan menggunakan metode alami untuk mempertahankan hidup bagi diri sendiri dan juga orang lain. Dalam teknik ini termasuk juga di dalamnya kemampuan dasar Survival.

Sedangkan untuk definisi kata Survival yaitu; usaha untuk tetap bertahan hidup dan juga menyelamatkan diri sendiri atau orang lain dari suatu kondisi yang tidak terduga. Misalnya; seseorang tersesat di hutan atau pendaki tersesat saat naik gunung, tsunami, bencana alam, kapal tenggelam, pesawat jatuh, dan lain sebagainya.

Knowledge weights Nothing; Pengetahuan tidak akan memberatkan kita. Semboyan tersebut bukan kata asing dalam Bushcraft.

Pada intinya definisi kata Bushcraft yaitu;  mempelajari teknik-teknik untuk bertahan hidup dari dasar dan mengajak kita untuk berkreatifitas menggunakan bahan-bahan yang sudah ada di alam liar. Beserta dapat berimprovivasi pada saat situasi tertentu untuk tetap bertahan hidup di alam bebas yang tidak memiliki peralatan apapun selain pakaian dan apa yang ada di saku kita.
Pada saat Anda survive di alam liar. Membuat bivak merupakan pilihan yang tepat, fungsi bivak untuk tempat bertahan diri dari ancaman sekitar. Jika Anda ingin membuat bivak, dapat menggunakan flysheet atau daun-daun dan ranting-ranting pohon yang ada di sekitar.

Setelah Anda selesai membuat bivak, tahap selanjutnya adalah mencari air. Karena, selain makanan; tubuh seseorang itu lebih banyak membutuhkan cairan untuk mengelola energi yang ada dalam tubuh. Pada kondisi tertentu, dehidrasi lebih cepat dan mudah menyerang seseorang pada saat aktivitas outdoor. Air merupakan sumber kehidupan. Karena itu, dalam kondisi survive mencari air adalah prioritas utama. Carilah sumber air di aliran sungai. Jika tidak ada aliran sungai, dapat menggunakan Teknik Evaporasi.
Pada saat kondisi survival, air di kategorikan menjadi dua macam. Yaitu; air yang dapat langsung dikonsumsi dan air yang harus dimasak dahulu. Untuk air hujan dapat langsung diminum dan juga dapat dimasak terlebih dahulu. Air tampungan dari kantung semar dapat Anda langsung konsumsi, akan tetapi lebih baik dimasak terlebih dahulu untuk meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan.

Dalam kondisi keadaan darurat, agar tetap dapat survive. Anda dapat memanfaatkan jenis-jenis tumbuhan ini untuk dikonsumsi sementara waktu;

1. Jamur

Tidak semua jamur dapat dikonsumsi. Hindari warna jamur yang mencolok dan berbau, indikasi bahwa jamur tersebut beracun. Jamur yang dapat dikonsumsi, misalnya adalah jamur kuping dan jamur kancing yang warnanya tidak mencolok. Jika hewan mengkonsumsi tumbuhan tersebut, itu berarti tumbuhan tersebut tidak beracun.

2. Murbei

Tumbuhan murbei ini memiliki buah yang berwarna merah, jenis tumbuhan ini tidak beracun. Buah dari tumbuhan murbei juga dapat langsung Anda makan. Tumbuhan tersebut, biasa tumbuh di tepi tebing dan jurang. Jadi berhati-hatilah pada saat akan mencarinya.

3. Cantigi

Untuk seseorang yang hobi naik gunung, saya yakin tumbuhan ini sudah tidak asing lagi. Tumbuhan khas yang berada di ketinggian ini hampir selalu ada di berbagai gunung-gunung yang ada di Indonesia. Warna daunnya yang mencolok dan pada pucuk daunnya dapat dikonsumsi langsung. Memang sedikit asam rasanya, akan tetapi memiliki khasiat yang baik untuk tubuh.

Saya rasa cukup demikian deskripsi tentang Bushcraft dan Survival. Semoga bermanfaat dan silakan share artikel ini agar bermanfaat untuk yang lainnya. Terima kasih sudah berkunjung dan berkenan membaca.
loading...

Popular Post

Journey of Wanderlust

Ketika orang Timur terkesima pada modernitas dan kemajuan peradaban di Barat, orang Barat justru mencari nirwana dalam keluhuran spiritualitas Timur. Manusia saling mengagumi, saling mencari, dan saling berpindah. Apakah mimpi terbesarmu.? Sekolah tertinggi di sebuah perguruan ternama.? Memiliki keluarga sakinah mawadah warahmah.? Atau menjajaki seluruh jengkal seluruh dunia.? Setiap orang memiliki mimpi dan meletakkan prioritas mimpi di urutan paling atas.

Apa makna perjalanan bagimu.? Mengunjungi tempat-tempat baru.? Pamer foto atau cerita kalau sudah pernah ke sana.? Menambah koleksi stempel pada paspor.? Atau sekadar rekreasi saja, memanjakan diri dengan menikmati keindahan alam atau daerah-daerah yang eksotis, berikut kelezatan kulinernya dan menggerutu jika perjalanan tersebut tidaklah sesuai yang diinginkan.?

Perjalanan bukanlah sekadar menjejakkan kaki di bandara-bandara kelas dunia, destinasi wisata yang indah, mereguk adrenalin dengan olahraga ekstrem, menghabiskan siang dan…

Ultralight Hiking or Conventional Hiking?

Ultralight hiking yaitu suatu teknik perjalanan dengan membawa peralatan standart pendakian yang nyaman, ringan, dan tanpa mengesampingkan safety saat melakukan pendakian. Untuk beban beratnya, teknik pendakian ultralight hiking tidak ditentukan batasan beban yang akan dibawa saat akan melakukan pendakian.

Pada tahun 1955, Emma Rowena Gatewood memperkenalkan teknik pendakian Ultralight Hiking. Kemudian pada tahun 1989, Ray Jardine melakukan perjalanan di Pasific Crest Trail (PCT) dan catatan perjalanannya diterbitkan dalam sebuah buku PCT Hiker’s Handbook. Pada tahun 1999, dicetak ulang dengan judul Beyond Backpacking. Pada tahun 1989, Ray Jardine membawa base weight 11 kg. Kemudian pada tahun 1994, Ray Jardine melakukan perjalanan PCT untuk kesekian kalinya dengan base weight 4.1 kg.
Satu faktor seseorang menggunakan teknik ultralight hiking; yaitu karena beban bawaan yang lebih ringan daripada menggunakan teknik konvensional dan lebih minimalis tanpa meninggalkan standart safety gea…

6 Tips Sebelum Naik Gunung

Naik gunung merupakan kegiatan olahraga yang ekstrim. Selain membutuhkan alat (gear) pendakian, dibutuhkan juga technical skill saat berada di alam bebas, beserta pengetahuan dalam membaca kompas, dan memahami track di gunung tersebut. Sekarang ini; pendakian sudah menjadi hobi, bahkan profesi bagi sebagian orang.
Saya akan share tips-tips sebelum melakukan pendakian untuk Anda yang ingin naik gunung, tetapi belum paham barang-barang apa saja yang dipersiapkan dan dibawa pada saat akan melakukan pendakian. Berikut ini adalah 6 tips yang dapat Anda perhatikan, sebelum naik gunung; Tentukan waktu yang tepat saat akan melakukan pendakian. Akan lebih baik jika tidak saat musim hujan dan kabari pada keluarga atau sahabat Anda, jika Anda akan melakukan pendakian.Sebelum naik gunung, tentukan partner pendakian yang tepat atau ajak sahabat Anda yang pernah naik gunung.Cari informasi sebanyak mungkin tentang gunung tersebut dan tanyakan pada sahabat-sahabat Anda yang pernah mendaki gunung ters…

5 Teknik untuk Meningkatkan Search Engine Optimization

Optimalisasi yang dilakukan pada suatu blog atau website merupakan satu faktor penting untuk perkembangan blog atau website yang Anda kelola. Semisal, dapat Anda lakukan dengan menggunakan teknik Search Engine Optimization (SEO). Akan tetapi, bagi orang yang awam perihal teknologi dan informasi, kata Search Engine Optimization (SEO) merupakan kata asing.
Sebagian mayoritas orang masih kesulitan bagiamana caranya untuk melakukan optimalisasi blog atau website dengan menggunakan Search Engine Optimization (SEO). Maka dari itu, saya akan berbagi kepada Anda perihal cara optimalisasi blog atau website dengan menggunakan teknik Search Engine Optimization. Algoritme pada Google dari waktu ke waktu terus melakukan perubahan dan perbaikan untuk mengindeks suatu blog atau website. Karena itu, untuk mengoptimalkan Search Engine Optimization (SEO) pada blog atau website tidak boleh dikesampingkan.

Supaya blog atau website yang Anda kelola dapat berjalan dengan optimal dan mampu bersaing menjadi …

4 Perusahaan Startup Unicorn dari Indonesia

A. Startup Unicorn; Berbagai startup telah terbukti berhasil mengimbangi kesuksesan perusahaan- perusahaan besar lainnya. Kini muncul istilah unicorn untuk mengukur tingkat kesuksesan sebuah startup. Startup Unicorn adalah sebuah gelar yang diberikan kepada startup yang memiliki valuasi lebih dari $1 miliar (sekitar 13,1 triliun rupiah).
Dilansir dari Venture Beat, "terdapat 229 startup yang masuk dalam kategori unicorn". Semua startup tersebar di berbagai belahan dunia termasuk Amerika Serikat, Tiongkok, Jerman, India, Kanada, Inggris, dan Singapura. Startup–startup ini menggeluti di berbagai bidang yang bervariasi seperti keuangan, pemasaran, pelayanan, dan games. Berdasarkan data penelitian dari CB Insights, "Startup pertama yang menduduki kategori unicorn adalah Uber".
Startup dari Amerika Serikat ini memiliki valuasi senilai 51 miliar dolar Amerika. Posisi kedua diduduki oleh Xiaomi dari Tiongkok, senilai 46 miliar dolar Amerika. Lalu, posisi ketiga di…

Perkembangan Teknologi dan Informasi di Revolusi Industri 4.0

Perkembangan teknologi dan informasi semakin maju dan pesat. Sekarang ini kita sudah memasuki di perkembangan zaman revolusi industri 4.0. Berbagai penemuan dan inovasi semakin berkembang di berbagai segala sektor, lain halnya dengan tempo dulu.  Semisal; dalam penggunaan media online untuk mencari informasi terkini. Bukti dari perkembangan teknologi dan informasi sangat bermanfaat, jika kita dapat memanfaatkannya dengan baik dan tepat.

Berbagai startup perusahaan berlomba-lomba memasarkan produk-produknya melalui media online untuk meningkatkan nilai penjualan dan terus berinovasi produk terbaiknya untuk para konsumen. Karena, para Chief Executive Officer (CEO) startup perusahaan dan pemilik modal (investor) mengetahui potensi pasar di zaman digital ini semakin pesat dan berkembang. Bermodal data internet melalui smartphone atau laptop, dengan hanya mencari kata kunci di Google sesuai yang Anda cari. Semua informasi, barang, jasa, dan lain sebagainya sudah ada di kolom pencarian. Be…

7 Summits Indonesia

Kegiatan mendaki gunung di Indonesia saat ini sudah sangat berkembang pesat. Mulai dari perkembangan gear pendakian yang semakin modern, transportasi yang mudah jika dibandingkan semasa pendakian zaman dulu, logistic yang mudah dibeli di toko-toko terdekat, dan juga teknik ultralight hiking yang sudah mulai diterapkan oleh sebagian pendaki.
Namun, berkegiatan di alam bebas bukanlah kegiatan yang tanpa persiapan dan tidak boleh dikesampingkan oleh penggiat alam. Apalagi kegiatan naik gunung, memang harus sangat diperhatikan dan dipersiapkan secara matang oleh seorang pendaki.
Mulai dari gear pendakian, logistics, survival skill, sikap yang tidak angkuh, bersikap sopan dan santun, beserta kesadaran diri untuk tetap menjaga dan merawat lingkungan alam ini agar tetap lestari. Karena, mencintai dan menjaga alam memang sudah seharusnya dipahami dan diterapkan oleh semua orang tanpa terkecuali. Wilayah di Indonesia terkenal dengan Ring of Fire atau cincin berapi, terdapat tipe-tipe gunung y…

3 Altitude Sickness yang Dapat Menyerang Pendaki

Untuk seseorang yang hoby naik gunung kemungkinan akan terserang penyakit ketinggian atau yang disebut altitude sickness akan semakin tinggi, jika dibandingkan dengan seseorang yang berada di dataran rendah.

Dilansir dari AloDokter bahwa, "Penyakit ketinggian dapat disebabkan oleh kelembaban udara yang rendah, udara dingin, radiasi ultraviolet, dan penurunan tekanan udara".
Saat seseorang berada di dataran tinggi, kadar oksigen akan semakin tipis. Sehingga, tubuh seseorang harus bernapas lebih cepat untuk mendapatkan lebih banyak oksigen. Penyakit ketinggian bisa muncul saat seseorang mencapai di ketinggian 2.500 Mdpl.
Maka dari itu; seorang pendaki, penggiat alam bebas, ataupun orang yang awam di kegiatan outdoor harus tahu gejala-gejala saat seseorang terserang penyakit ketinggian, beserta bagaimana cara penanganan yang tepat dan benar. Sehingga, dapat meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan dan menyebabkan kefatalan, bahkan kematian.
Pada artikel ini, saya akan shar…