4 Perusahaan Startup Unicorn dari Indonesia

A. Startup Unicorn;

Berbagai startup telah terbukti berhasil mengimbangi kesuksesan perusahaan- perusahaan besar lainnya. Kini muncul istilah unicorn untuk mengukur tingkat kesuksesan sebuah startup. Startup Unicorn adalah sebuah gelar yang diberikan kepada startup yang memiliki valuasi lebih dari $1 miliar (sekitar 13,1 triliun rupiah).

Dilansir dari Venture Beat, "terdapat 229 startup yang masuk dalam kategori unicorn". Semua startup tersebar di berbagai belahan dunia termasuk Amerika Serikat, Tiongkok, Jerman, India, Kanada, Inggris, dan Singapura. Startup–startup ini menggeluti di berbagai bidang yang bervariasi seperti keuangan, pemasaran, pelayanan, dan games. Berdasarkan data penelitian dari CB Insights, "Startup pertama yang menduduki kategori unicorn adalah Uber".
Startup dari Amerika Serikat ini memiliki valuasi senilai 51 miliar dolar Amerika. Posisi kedua diduduki oleh Xiaomi dari Tiongkok, senilai 46 miliar dolar Amerika. Lalu, posisi ketiga diduduki oleh Airbnb dari Amerika Serikat, senilai 25,5 miliar dolar Amerika. Uber, telah berdiri sejak tahun 2009 silam.

Sementara, Xiaomi berdiri tahun 2010, dan Airbnb berdiri tahun 2008. Ketiga startup ini sudah beroperasi selama lebih dari 5 tahun. Hal ini berarti, untuk bisa menembus kategori unicorn, sebuah startup harus melalui proses yang panjang dan juga tidak singkat.

Sesuai dengan perhitungan dari Venture Beat, “sebuah startup memang membutuhkan waktu yang cukup lama sebelum bisa menembus kategori unicorn". Startup rata-rata membutuhkan waktu sekitar 6 tahun untuk bisa menembus kategori tersebut.

B. Perkembangan Startup di Indonesia;

Pada tahun 2015, investasi startup di Asia Tenggara berada di angka $1,719 miliar dan pada tahun 2016 nilainya meningkat menjadi $3,09 miliar. Pada akhir tahun 2017, nilai investasi di Asia Tenggara startup telah berada di angka $6,4 miliar. Dari angka itu, uang senilai $2,948 miliar masuk ke startup di Indonesia pada tahun 2017. 

Melihat data tersebut, investasi yang masuk pada startup di Indonesia masih kalah. Jika dibandingkan startup di Singapura. Tercatat, Singapura memperoleh dana senilai $3,037 miliar. Unggul tipis, jika dibanding Indonesia. Besaran dana startup Indonesia dan Singapura dari investor dunia, unggul sangat jauh dibanding negara Asia Tenggara lain, misalnya Malaysia.

Startup di Malaysia, hanya memperoleh dana senilai $352 juta di tahun 2017. Negara Indonesia dan Singapura memang menjadi negara primadona di kawasan ini. Tercatat, di dua negara ini startup unicorn asal Asia Tenggara lahir ke dunia. Seperti startup Grab, SEA, Go-Jek, Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak sukses menjadi unicorn.

Startup multinasional yang menjadikan Singapura, sebagai rumah seperti Lazada menandakan pentingnya dua negara ini mengarungi dunia startup teknologi dunia.

C. Startup Unicorn dari Indonesia;

Startup Unicorn dari Indonesia yaitu; Go-Jek, Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak.

Pada putaran pendanaan terakhir, Go-Jek membekukan valuasi $1,3 miliar. Traveloka didirikan oleh Ferry Unardi dan dua temannya pada tahun 2012, sedangkan Tokopedia didirikan oleh William Tanuwijaya pada tahun 2009. Setahun kemudian, Gojek didirikan oleh Nadiem Makariem. Pada tahun yang sama, Bukalapak lahir. Berikut ini adalah daftar 4 perusahaan startup unicorn dari Indonesia;

1. Go-Jek adalah startup pertama dari Indonesia yang mendapat gelar unicorn. Go-Jek, ditetapkan sebagai unicorn pada 4 Agustus 2016 lalu. Go-Jek menerima pendanaan senilai $550 juta dari konsorsium 8 investor oleh Sequoia Capital dan Warbrug.

Pada 4 Mei 2017, Go-Jek memperoleh dana tambahan senilai $1,2 miliar dari Tencent Holding dan JD.com. Total pendanaan Go-Jek berada di angka $1,75 miliar yang merupakan nilai tertinggi di antara empat unicorn Indonesia.

2. Startup kedua dari Indonesia yang menjadi unicorn yaitu Tokopedia. Data yang dihimpun dari Crunchbase mengungkapkan bahwa, "layanan online market place tersebut (Tokopedia), kini secara keseluruhan telah memperoleh pendanaan senilai $1,347 miliar". Dari angka itu; investasi terbesar pada 17 Agustus 2017 lalu, ketika Tokopedia memperoleh dana senilai $1,1 miliar dari Alibaba.

3. Startup dari Indonesia yang ketiga yaitu Traveloka, layanan penjualan tiket online ini menyandang gelar unicorn. Selepas Expedia, layanan sejenis yang populer di luar negeri mengucurkan dana senilai $350 juta pada 27 Juli 2017 lalu. Membuat Traveloka, memperoleh pendanaan sebesar $500 juta.

Meski menjadi yang ketiga. Melihat dari tanggal peluncuran, Traveloka dapat didaulat sebagai yang tercepat menjadi unicorn. Gelar unicorn diperolehnya selepas sekitar 5 tahun berdiri.

4. Bukalapak menjadi bagian dari startup unicorn nomor empat di Indonesia. Meski patut diapresiasi, hal ini tidaklah mengejutkan. Terutama terkait dengan aliran dana yang masuk ke dunia startup Indonesia yang memang mengalami peningkatan. Data yang dipaparkan CBS Insights memaparkan bahwa, ''terjadi kenaikan investasi yang cukup tinggi bagi dunia startup di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia".

Berbeda dengan startup Indonesia. Grab, startup ride-sharing asal Singapura, menyandang gelar unicorn terhitung cepat. Grab didirikan oleh Anthony Tan pada tahun 2012 lalu. Kemudian, ia memperoleh pendanaan senilai $250 juta pada Desember 2014 dari SoftBank.

Di tahun itulah Grab mendaulatkan diri sebagai unicorn asal Singapura. Perolehan itu, Grab dapatkan selepas sebelumnya sudah mengumpulkan dana senilai $350 juta hanya dalam waktu 14 bulan semenjak kelahirannya.
Demikian penjelasan definisi startup unicorn, perkembangan startup di Indonesia, dan 4 perusahaan startup unicorn dari Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat, silakan bagikan artikel ini dan subscribe untuk mendapatkan informasi artikel terbaru. Terima kasih sudah berkunjung.

Related Posts

Subscribe Newsletter